Tak Punya Hatinurani,Pengawas Proyek Jalan Lintas Timur Tuba Menangapi Sekedar Musibah

0
1526
jurnalistnews.com

MENGGALA,Menanggapi kendaraan roda dua yang menjadi korban laka lantas yang di alami dua orang warga unit 2 kecamatan Banjar agung tulangbawang tidak mendapat respon yang baik dari salah satu pengawas (Keamanan)di proyek Tambal sulam jalan lintas timur yang juga pekerjaan tak bertuan akibat tidak ada Pelang anggaran yang terpasang di lokasi pekerjaan.minggu 14/11/2021.

Roni,Selaku pengawas pekerjaan tersebut saat di hubungi Tim media Lintasdinamika Group melalui telkomsel nya.Bang ucap Tim media”ada yang perlu saya sampaikan atas terjadi kecelakaan semalam yang mengakibatkan salah satu korban luka serius,Bagaimana kerjasama nya untuk biaya pengobatan korban ujar tim kepada Roni.

Ia (Roni) menjawab dengan singkat sambil berbahasa Lampung (Mati kak nayah si lewat di rang layou enou Mak kecelakaan enou musibah nou adeu nyak lagi di Mesuji)dalam arti bahasa Roni,Alangkah banyak yang lewat di jalan tersebut ngak ada yang kecelakaan itu musibah dia,Saya belum bisa bertemu lagi di mesuji jawab Roni.

Sebelumnya beberapa jam yang lalu sempat penerbitan berita di beberapa media online yang isinya,Pengerokan aspal jalan lintas timur di kampung menggala cakat raya yang merupakan jalan nasional telah memakan korban jiwa,Dua orang pengendara sepedah motor roda dua merek Vega ZR nomor polisi BE 7528 RI telah terjatuh dari kendaraan nya akibat pinggir sisa Pengerokan aspal jalan tersebut licin sehingga motor tersebut jatuh di atas aspal.

Halini terjadi pada saptu malam Minggu jam 9,30,Dea Permata Yundira (17) Siswi di salah satu SMA di kota metro.Pulang dari kota metro bersama kakak kandung nya Fajar Prastiyo (19) yang ingin liburan ke rumah orang tua nya di unit 2 kecamatan Banjar agung tulangbawang.

Seperti yang di katakan Fajar pangilan korban kecelakaan tersebut mengatakan kepada Tim media Lintasdinamika Group Yang juga melintasi di lokasi laka lantas di jalan lintas timur sekira 200 meter dari SPBU cakat raya mengatakan,Kami berdua adik Dea,sengaja pulang dari metro untuk liburan ketempat orang tua kami di unit 2,berhubung saptu,dan Minggu libur.

Kami ngak tau ada pengalian jalan karena kami tau setiap Pengerokan jalan ini langsung di tambal ternyata jalan nya dalam keadaan seperti ini,Jadi kami minta tolong mas aterin adek saya ke tempat pengobatan terdekat kata Fajar dengan Tim Media.

Harapan korban,di sampaikan kepada Tim media.Pihak kontraktor jalan tersebut di minta untuk membantu biaya pengobatan karena luka di bagian muka korban”Dea Permata Yundira (17) Siswi ini sangat lumayan parah.

Sementara dalam pantauan Tim Media,Pekerjaan Pengerokan jalan lintas timur yang merupakan jalan nasional tidak memasang Pelang Kegitan dan anggaran nya tidak nampak di mata masyarakat di kampung Menggala cakat raya tersebut (Tim).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here